Maqam

Yang kau lihat cuma hamparan lautan, dari puncak yang melelahkan, dan berdozen-dozen manusia yang berapungan,
Dalam tidurnya.

Beruntunglah mereka yang sadar,
Yang dapat mengembangkan kedua belah sayapnya menuju langit tak berujung,
Tak bertepi
Tak berkubur

Dan berbahagia lah mereka yang dapat bernafas ke dasar, melihat khazanah, melihat hakikat. Di mana sempadannya adalah semesta, tempat segala-galanya berkumpul!

Tetapi berkabung lah,
Berkabung lah kalian bersama realiti,
Seperti selamanya kota ini akan diselubungi kepedihan,
Menunggu siang dan malam berganti
Menunggu entah apa yang terjadi,
Ketika lautan rohani pun tak mampu untuk direnangi.

/ April 7, 17.
Lereng enteng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s