Rabbi (III)

Hari ini, zawiyah adalah sekunjur tubuh.
Antara hati dan akal.
Antara tenteram dan gelisah.
Ketika berahiku adalah kulit yang lembab,
Dibasahi nama-namaMu.

Telah aku nikmati bagaimana rasanya tenggelam,
Ke dalam lautan didaktik;
Ke dalam sumur suci milik kekasih-kekasih.
Yang kerananya aku mabuk
Dan tak pernah reda.

Seperti gelombang-gelombang
Yang tenang,
Memisah langit dan bumi.
Dari yang rendah,
Kepada yang tinggi.
Dari yang ada,
Kepada yang tiada.

Telah tersingkap keberadaan
Seperti badai yang sekejap
Namun dalam ketiadaan
Tetap Engkau yang aku rayu

Meminta yang bukan milikku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s