Half-a-dream

10920503-66FD-447A-8F2F-1AE5E4F72EBF.jpg

Tiada Lennon, tiada frustasi. Imaginasi ber—revolusi bagai mantera bunuh diri.
Tiada nota, tiada noktah.
Malam-malam jadi doa.
Mimpi-mimpi jadi kaprah.
Sempat aku ingat,
Apa-apa yang belum sempat kita curi;
Frekuensi bayangan kegagalan
Sejuta imej putus asa. Delusia. Peluh-peluh mateina, nomadi segaharuan emphermal awana,
harapan Akh sekalian pecinta kopi hangat.
Peta dilipat, sekardus kompas, dan kepercayaan,
Kemudian kita mencetak memoribilia—kewujudan-diri ke sisir utara.
Yang terakhir aku lupa.
Yang terakhir teman, aku
Lupa.

Half-a-dream
Half-a-music
Half-a-?

Mimpi-mimpi pernah terjulang,
Angan-angan pernah panjang.
Tiada Yokos, tiada Ana. Tiada eropah, tiada sawra.
Bagai suara yang kian terpendam,
Khayalan ditinggal khayal; Mitos ‘soul-mates’ mitoisme; Mitos jam sebelas malam. Dung…
Pause/
Kabus kabut tebal
Kabut bandaraya bebal
Tak terdengar lagi. Tak didengar lagi;
Yang kuat membebel tentang perempuan. Yang membebel dalam pejam.

Pantai-pantai jadi inspirasi,
Gunung-gunung jadi diri. Yang dulu paling jujur– yang kini paling terjal.
Herba. Verba resiprokal.
Tersantau tembakau entiti-diri,
rockstar wannabe.
Entah-berantah
Beranda jadi santapan, Bukan lagi pautan.
Sabung taji. Othrys. Olympus. Ha?
Tiada cahaya, tiada harum romneya.
Tiada canda, tiada ‘a day in life’.
Lagu-lagu harfiah akustika untuk yang rindukan alam fana.
Orang-orang cenderung gelisah,
Kita-kita hilang arah.

Kutemui hujung, teman, tapi tak percuma.
Kudekati Habil,
Dan setengahnya harus mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s