Sehabis itu; Riadah

Terlempar dan papa
Merana lalu terhampar

Gerah dan hina
Kata dibawa riadah

Apa yang timbul
Apa yang masygul

?

Apa yang merumpun
Apa yang terhimpun

?

Advertisements

Bangsal

Apakah ada bangsal di omnipre
Tempat membaca Ba-i-Jibril
Menahan rindu
Dan mewahyukan diri

Masihkah ada aku diingatanmu
Pejuang gagalis, antar ruang dan waktu
Demi melakar habis
Cumbu-rayu falsafah hidupmu

Eu-topia dan Kamu

Ada satu rasa setelah hujan reda
Seakan di penjuru Bordeaux
Berjalan sendirian di belahan Tarim
Nikmatnya stimulasi sepertiga jam dua-belas bumi
Langit yang baru untuk mimpi yang panjang;
Alam yang baru setelah yang lama terbentang
Harum bahasa, harum eutopia
Tamu nun jauh dari Andalas
Hanya tea, hanya kamu
Tak teralas tapi terbatas
Mereguk yang jatuh dan tak terlihat
Entah apa, entah bagaimana rupanya
Tak perlu suara, tak perlu jemu
Semuanya tlah ternikmati
Menunggu pagi
Menunggu pergi

Catatan 49

Processed with VSCO with a6 preset

Ombak yang berhempas mengulang falasi dan bintang-bintang kini karam
Ayatul Kursi— Segulung memori
Unggun api dah pun terpadam namun tali gitar masih bergetar di hujung jari
Enigma, badai yang membekas
Dalam gelap ia merintih. Dalam diam, ia berdamai
Demi kesunyian, yang tak akan pernah rela pada sepi

Aku bukan lagi Jung, dan tangan Pablo-mu tak selamanya mententeramkan
Bila cahaya di langit hampir menyeliputi, siapa lagi yang tercetus agar ia dirindui?

/ Disember 10, 17.
Kota Tinggi