Bangsal

Apakah ada bangsal di omnipre?
Tempat membaca Ba-i-Jibril
Menahan rindu
Dan mewahyukan diri?

Masihkah ada aku diingatanmu?
Pejuang gagalis, antar ruang dan waktu
Demi melakar habis
Cumbu-rayu falsafah hidupmu?

Advertisements

Eu-topia dan Kamu

Ada satu rasa setelah hujan reda
Seakan di penjuru Bordeaux
Berjalan sendirian di belahan Tarim
Nikmatnya stimulasi sepertiga jam dua-belas bumi
Langit yang baru untuk mimpi yang panjang;
Alam yang baru setelah yang lama terbentang
Harum bahasa, harum eutopia
Tamu yang jauh dari Andalas
Hanya tea, hanya kamu
Tak teralas tapi terbatas
Mereguk yang jatuh dan tak terlihat
Entah apa, entah bagaimana rupanya
Tak perlu suara, tak perlu jemu
Semuanya tlah ternikmati
Menunggu pagi, menunggu pergi

Catatan 49

Processed with VSCO with a6 preset

Ombak yang berhempas mengulang falasi dan bintang-bintang kini karam
Ayatul Kursi— Segulung memori
Unggun api dah pun terpadam namun tali gitar masih bergetar di hujung jari
Enigma, badai yang membekas
Dalam gelap ia merintih. Dalam diam, ia berdamai
Demi kesunyian, yang tak akan pernah rela pada sepi

Aku bukan lagi Jung, dan tangan Pablo-mu tak selamanya mententeramkan
Bila cahaya di langit hampir menyeliputi, siapa lagi yang tercetus agar ia dirindui?

/ Disember 10, 17.
Kota Tinggi

An Sich (i)

Kita mencakup keseluruhan—
Durasi kekeliruan dan keyakinan
Segala bentuk pantulan dan bayangan
Sebuah narasi dan sintesa
Yang sepenuhnya memadu di atas kanvas
Memuat keterbatasan dan kebebasan
Hanya yang Tak Ada dapat mengatakan ia Tak Ada
Selebihnya palingan demi palingan
Candu-virtual; Bibit-fatamorgana
Dari kecacatan pandang konstelasi
Penyangkalan demi sangkalan
Pencanggahan demi canggahan
Yang pernah dahulu dibacakan

Yer Blues Man, Yer Blues

 

Pe-masa itu berbagi dua
Antara singkat atau ce-pat
Dan jauh itu hanyalah waktu
Yang memperlambatkan sesuatu
Jangan di tunggu

Aiman Sharum

Processed with VSCO with a6 preset

— Diri-kan, dan jangan robohkan. Tutup yang terbuka dan pelihara sebaik mungkin. Jika ada yang tak seimbang dalam komposisi, cari solusi dengan skala dan cuba bentuk the golden mean. Tetaplah dengan simetri. Tak semua yang kita bina dapat kekal sampai pada masanya tanpa sedikit imbauan, analisa, diskriptif, bahkan penyerahan. Tak mustahil juga jika suatu hari kita sendiri yang meruntuhkan-nya. Tapi sekurang-kurangnya semuanya semata ‘jika‘ dan kita tahu; tanpa beri ruang ‘pada-nya‘ untuk ‘ada‘, semuanya akan okay dan tak ada apa-apa yang perlu dirisaukan.

Selamat membebaskan syawat dari belenggu-nya dan kau tak perlukan drafter (rencana) lagi untuk itu; Tahniah dah melengkapkan iman mennn. Bila ia bukan lagi tentang ‘cinta‘ mula fikirkan komunikasi— dan biarkan neutral; Sesuatu yang kau dapat nikmati sampai hari tua dan lahirkan si cilik-si cilik super sambil merai kasidah dengan latar-belakang blues. Ia dah cukup untuk satu durasi.

Kita pernah tak berpeluang untuk serasi di lantai hingga naik ke pentas (circa 2006) Extra, aku juga mungkin tak dapat hadir untuk resepsi. Apa pun, tempuhi dengan baik dan semoga yang baik-baik akan sentiasa bersama kalian. Dan harapnya ada suatu masa di lain waktu untuk kita bertemu.

Sooner or later.
Jika pada-Nya ada cinta

Xo

Nadi Rahsa

Nafas tak diregut oleh yang terpisah
Jiwa tak berdiam di ruang absurd
Akal cuma pengemis
dan akan terus mengemis pada yang tersembunyi—
Secebis antropia anfalpi
Selirat-selirat cahaya
Nadi rahsa, senyawa mutlak
Tempat tibanya yang tak berjarak
Tempat suburnya tandus nurani
Jam-jam mengadu; waktu-waktu menyusu
Merapuh saraf cerminan yang retak
Membolak keghaiban menyingkap yang nyata

Kalian matahari dan bulan;
Kalian langit dan bumi;
Kalian adam dan hawa;
Kalian hamba-hamba yang mengimbang paskal dan tujuan
Bukankah yang dapat dilihat hanya igauan
Mengapa ada dendam pada yang tak ada?

I Beg Young Boy

Processed with VSCO with a6 preset

To yaung-mate

Bila kau tak dapat apa yang kau nak, itu maknanya kau sedang hadap apa yang Dia nak. Dan apa saja yang Dia nak, itu baik untuk kau meski kau belum nampak. Kita terlalu relatif untuk faham. Kita tak cukup sadar untuk nampak. Kita perlu masa, tapi kita tak tahu apa-apa tentangnya; Saran sebatas saran dan ia tak dapat jadi lebih dari itu meski ia tegas, itu kerana yakin bukan paksaan; Nasihat tak ada untuk dipercaya, nasihat ada untuk diterima.

Pedulikan dulu waktu tidur dalam perjalanan malam yang panjang dan lupakan jam-jam seterusnya. Waktu terkurung cukup afdal untuk cetuskan pelbagai persoalan yang boleh beri kau pengajaran; Seperti mengapa papan notis kekal konsisten diletakkan berulang-kali hanya untuk mengingatkan kita supaya tetap berhati-hati walaupun kenyataannya kita masih boleh pecut tak sedarkan diri sesuka hati dan berdentum tanpa sesiapa pun jadi penghalang. Kita tahu kita tak hanya memandu kenderaan, kita juga memandu diri. Dan diri, perlukan peringatan.
Semua itu terpulang sejauh mana kau dapat menyikapinya.

Pergi lah ke mana pun, buat lah apa pun, dan jadi lah apa pun selagi ia menenangkan; kehidupan hanya gurau-senda, tapi manusia tak tiba-tiba dan sia-sia.

John lennon, henry rollins, mereka semua pernah perah otak cari idea untuk rayu orang pergi mengembara— cuma lagi best bila sebenarnya Dia sendiri yang suruh kita mengembara. Mereka tak ada untuk apa yang kau perlu, yang ada cuma Dia. Percayakan Dia, macam kau percayakan train yang boleh bawak kau sampai tujuan.

Aku tak bergurau bila aku kata aku rindukan nasihat, itu sebab aku lupa Dia dan aku tak nak kau rasa hausnya; Pergi lah lagi jauh, jarak dan keluasan itu bagus; keluar lah sampai jumpa fitrah; keluar lah tapi jangan tanpa Dia.

Balcón de Psyche

D3FE9757-BE61-4D3E-91DA-0ECA8006551E

Ibnu sina ke plato, the gang of three ke cogito, friedrich, rolling stone, kerouc, ke rebelution; semua itu ill. Semua itu sankris.
The zone, formal ke slackers, stripper ke lover, strangers, capone, budak flat ke backpacker; semua itu rem. Semua itu norma.
Chvas regal ke swing, nusantara ke cabbana, cassidy ecstasy, lsd, lush ke 9mm, grand thief auto ke kumuhan; semua itu samsara. Semua itu tajriba.
Pasir gudang ke java, golden palace ke little garden, kokaina, coke, the nature of mind-teh tarikss ke tubruk; semua itu historia. Semua itu sastera.
Friendship ke friendshit, skate ke patti smith, black to black, hope sndval, rum rage ke wirid; semua itu cacahan. Semua itu voyage.
20 st ke 21, si gila ke tun j, dari jemapoh ke manchester, mind palace, al baqarah, remember ke al-anbiya; semua itu kasta. Semua itu buskar.

Dari mp3 ke gitar, jazz ke blues, jari ke arkalik, realiti ke fiksi, relatif ke absolut, sober ke menara, alif ke ya, hayy ke spree, vivus ke mortuss, lantai ke pantai, kota ke pulau, feri ke train, jalanan ke tent, balkoni ke semesta—adam ke al-mahdi, tiada ke tiada, gelap ke cahaya, mardh ke cinta, dimensi, ruang, masa, fana ke baqa, jah ke Allah; semua itu embun; semua itu balkoni. The best phase, the best breath. Enam kosong tujuh, selamat musim tengkujuh.

Buih, Ombak, dan Pelayaran

Processed with VSCO with a6 preset

Semalam kita adalah sebahagian dari ombak-ombak besar yang saling berhempasan ketika lautan sedang ingin tenang. Kita dibadai ego tanpa memikirkan pelayaran-pelayaran sehingga memusnahkan peradaban, menghakis sejarah, lalu menghanyutkan diri sendiri ke dalam arus imajin yang cukup puitis. Kita tak pernah berfikir untuk menentangnya. Kita bahkan dimabukkan sang egois yang menyanyikan sihirnya di pantai-pantai kegelapan. Kita dihibur angan-angan; dibuai bahasa yang tak ingin kita fahami.
Kita juga rela mencium sampah dan membiarkan lautan menjadi sebuah neraka yang dengannya, kita masih bermimpi untuk tetap bergelora. Namun hari ini, tempelaknya kesadaran seakan mengingatkan bahwa kita hanyalah ombak-ombak besar yang akan berakhir menjadi satu tetesan, lenyap, dan hilang bersama buih-buih ketakutan.
Menanti dan berharap. Menanti dan berserah.

/ Januari 01, 17.
Batu Layar

Un-nawaitu

Terista masih tersisa
Pada yang menyentuh buku
Pada yang menyentuh rubik
Cubo de hopeless
Raut yang tenang tanpa nabati
Serumit kosmos eksternaliti
Rumusnya algoritma ruhaniyah
Kanvas nan maya
Yang melukis, dilukis, terlukis
Yang melayang, hening… terbang
Yang ketika merenung
Sepertiga tigris turut terhiris
Sssshhh…

Anugerah,
Hujah wajahmu telah disirat
Hijab jiwamu telah tersingkap
Namun dukacita tetap untukku
Separuhnya gemerlap
Separuhnya gundah merindu
Lavado de cerebro,
Katamu
Cukup se-malam, perasaan kita seranjang.
Semudah itu?
Ars longa vita brevis sayang
Hidup lah terus dalam seni
Dan jangan jadi lelaki
Sindirmu

/ April—Sep, 17.
Segget, JB